Minggu, 31 Juli 2011

Jamu Tradisional Haid

Jamu Tradisional Haid yang bisa dibuat sendiri, yang aman dan bahanya mudah didapatkan itu kira-kira yang gimana yaa,, kalo jamu dalam bentuk sebuk atau kemasan yang udah jadi sih banyak, tapi kalo jamu tradisional yang manjur yang  gak ribet kira-kira yang gimana….
Nah Lo,, kalo udah kayak gini…, Ada kok… satu resep Jamu Tradsisional Haid yang ampuh mengatasi ketidak lancarannya…
hihihihi… plus bisa melancarkan siklus yang kadang telat…, Jamu  

Tradisional Haid bisa dibuat dengan bahan-bahan sebagai berikut :
1. Daun Beluntas 1 genggam
2. Kunyit satu ruas besar
3. Gula Jawa / Gula Aren 1 batok
4. Asam Jawa
5. Air secukupnya

Cara Membuatnya :
1. cuci bersih daun beluntas, tiriskan
2. Kupas kunyit san parut, ambil airnya.
3. Serut gula merah atau gula aren tersebut.
4. Lumatkan daun beluntas dengan menggunakan alu, jangan dibelender..!!, kemudian disaring.
5. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air, rebus dengan api kecil hingga air susut menjadi 1 cingkir.
     jamu
Minum jamu ketika datang bulan dan hendak selesai.
Jamu Tradisional Haid ini juga berfungsi untuk membuat badan lebih vit dan , bisa mengurang bau badan yang kurang sedap jika anda alami…

Tips merawat kulit wajah

Minuman obat. Tips merawat kulit wajah agar terlihat cantik, manis, sangat di perlukan sekali oleh anda yang ingin terlihat tampil beda, banyak memang cara merawat kulit wajah, baik merawat kulit wajah secara alami, merawat wajah dengan kosmetik-kosmetik termahal, merawat wajah secara tradisional dan lain-lainnya yang tentu saja ini semua tergantung di mana kecocokan untuk wajah anda bisa masuk.


Merawat wajah atau membuat wajah anda terlihat halus, bersih sangatlah penting maka jangan heran banyak yang mencari tahu bagaimana cara menghaluskan kulit wajah, apalagi cara memutihkan kulit wajah banyak orang melakukan usaha dengan merawat di salon-salon kecantikan. Merawat wajah sebenarnya bisa dilakukan dengan hasil alam seperti buah-buahan. Buah-buahan selain bermanfaat untuk menyehatkan tubuh kita, ternyata buah mempunyai kelebihan yang sangat bermanfaat. Buah- buhan ternyata juga bisa membuat wajah kita menjadi cantik secara alami. Berikut beberapa buah yang dapat mempercantik wajah anda.

Buah Apel
Buah apel ini cocok di gunakan untuk wajah anda yang berminyak. Caranya ambil 1 buah apel, kemudian potong-potong dan masukan ke dalam blender. Blender apel sampai halus tanpa menggunakan air. Setelah di blender balurkan secara merata pada wajah anda. sebelum membalurkan sebaiknya bersihkan dahulu wajah anda. setelah di balur diamkan selama 20 menit. Kemudian bersihkan wajah dengan air hangat dan air dingin untuk meringkaskan pori-pori. Lakukanlah seminggu sekali.
Kulit Jeruk
Selain buahnya yang enak di makan, ternyata kulit jeruk bisa bermanfaat untuk wajah anda. Terutama untuk wajah anda yang kusam. Caranya tusuk-tusuk kulit jeruk denga garpu, kemudian masukan kulit jeruk ke dalam air hangat dan rendam selama satu malam. Basuhkan pada wajah yang telah di bersihkan kemudian keringkan dengan handuk. Berfungsi untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati.
Buah Pepaya
Pepaya bisa bermanfaat untuk meremajakan kulit anda, haluskan pepaya yang ranum kemudian campurkan 1 sendok madu. Oleskan pada wajah anda dan diamkan selama 20 menit kemudian bilas hingga bersih. Pepaya ini mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah kerut di wajah. Jika ingin hasil yang maksimal gunakan seminggu sekali.
Buah Melon
Melon dapat mendinginkan kulit anda yang terbakar matahari. Iris tipis melon lalu kompreskan selama 20 menit pada wajah anda yang telah di bersihkan, lalu bilas. Buah melon ini mengandung zat astrigent yang bermanfaat sebagi tonik dan mampu mendinginkan wajah yang terbakar karena matahari.
Dengan buah-buahan ini semoga bisa bermanfaat dan menjadikan wajah anda segar dan cantik alami tanpa menggunakan obat kecantikan. Oke selamat mencoba dan jangan lupa kembali lagi ke blog kumpulan resep kecantikan dan resep masakan ini untuk mendapatkan tips-tips terbaru.

Sabtu, 23 Juli 2011

Minuman obat tradisional

(MINUMAN SEHAT MAHKOTA) MINUMAN HERBAL YANG ENAK, HANGAT, DAN BERMANFAAT
minumanobat"Minuman obat|obat tradisional. jika Anda sering mengalami sakit perut, terutama di pagi hari? Jangan langsung pergi ke dokter atau minum obat sembarangan. Anda bisa mencoba meredakan nyeri perut dengan membuat  makanan atau minuman yang terbuat dari rempah ini.

Jahe
Rempah ini dikenal efektif bisa meredakan rasa mual yang disebabkan mabuk kendaraan, mengurangi nyeri sendi dan meredakan rasa sakit saat menjalani kemoterapi. Jahe juga memiliki khasiat sebagai obat penenang, dan antibakteri yang berkhasiat ‘menenangkan’ sakit perut. Ramuannya, rebus dua sendok makan irisan jahe. Campurkan minuman obat ini di dalam teh yang akan Anda minum.

Susu asam (kefir) 
minuman obat susu asam atau kefir adalah susu fermentasi yang dicampur dengan probiotik. Meski rasanya mirip yogurt, namun kefir lebih banyak mengandung probiotik. Sejumlah susu asam yang dijual di pasaran mengandung 10 macam probiotik yang berkhasiat melancarkan saluran pencernaan.
Bakteri sehat ini juga dapat menghentikan perkembangan mikroba yang memicu nyeri di perut. Ramuannya, Anda bisa meminum kefir langsung atau mencampurkan susu asam pada potongan buah-buahan segar, seperti apel, stroberi, lemon, semangka, jeruk, dll.

Kapulaga
Kapulaga (Amomum cardamomum) adalah salah satu rempah tertua di dunia. Kapulaga juga banyak dimanfaatkan untuk membuat minuman tradisional atau jamu. Rasa kapulaga yang sedikit pedas mirip jahe bisa menghangatkan tenggorokan, pernapasan, dan pencernaan. Kapulaga bisa dipakai sebagai campuran minum obat| herbal. Teh rempah ini selain aromanya sedap, juga diyakini mujarab untuk meringankan nyeri perut.

Teh rooibos
Rooibos adalah tumbuhan berwarna merah yang berasal dari Afrika Selatan. Rooibos tea tidak mengandung kafein dan kaya antioksidan seperti flavonoid. Khasiatnya juga bisa meredakan kram perut. Anda juga bisa mencampurkan tumbuhan ini pada masakan atau minuman obat Anda.
Anda sering mengalami sakit perut, terutama di pagi hari? Jangan langsung pergi ke dokter atau minum obat sembarangan. Anda bisa mencoba meredakan nyeri perut dengan membuat empat makanan atau minuman obat yang terbuat dari rempah ini.

(berbagai sumber)

Jumat, 22 Juli 2011

Obat tradisional.


Minuman obat. "Kembali ke alam" bukanlah hanya slogan di Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Contoh yang paling jelas adalah digunakannya beberapa tumbuhan tanaman obat untuk pengobatan tradisional, bisa dari daun, akar obat, bunga atau batang itu sendiri. Obat tradisionil ini sudah dipakai sejak jaman dulu sampai kini dan dari pedesaan sampai perkotaan dengan nama JAMU.


Pengetahuan mengenai Jamu pernah diperkenalkan oleh Rumphius, ahli botani yang hidup sekitar tahun 1775, dengan memperkenalkan bukunya yang berjudul 'Herbaria Amboinesis'. Sedangkan buku penelitian mengenai jamu oleh riset center untuk pengobatan dengan Herbal di Kebun Raya Bogor dan dipublikasikan dengan nama buku 'Medical Book for Children and Adults', dikarang oleh E. Van Bent.
 

Seminar pertama mengenai minuman obat diselenggarakan di Solo tahun 1940, diikuti dengan pembentukan Komite mengenai Jamu Indonesia tahun 1944. Ditahun 1966, seminar mengenai jamu diadakan lagi dan ditahun 1981 buku yang berjudul "The use of Medical Plans" diterbitkan.
 

Cara penggunaan jamu hampir sama dimana-mana, dikonsumsi sebagai minuman atau digunakan sebagai obat luar. Saat ini banyak jamu dijual dengan kemasan bagus dan bentuk kapsul, pupur, minuman berkhasiat dan dijual dikios kios atau beberapa perempuan dengan menggendong bakul sehingga dikenal Jamu Gendongan.
 

Cara tradisionil membuat jamu seperti menggodok dalam air untuk jamu godogan tetap hidup dimasyarakat Jawa, begitu pula didalam beberapa perumahan tetap tersedia lumpang, pipisan, parut, kuali dan sebagainya.
 

Penyakit apa saja yang bisa disembutkan Jamu ?. Hampir semua penyakit dapan ditanggulangi dan terdapat bermacam macam jamu untuk melawan penyakit yang ada. Secara prinsipal ada 2 hal yang menjadi dasar orang menggunakan Jamu. pertama untuk menjaga kesehatan (seperti Galian Singset atau Sehat Lelaki) dan kedua untuk penyakit yang bervariasi. Ada juga jamu lengkap untuk orang mau bersalin
 

   


Pada waktu penjajahan Belanda ada beberapa jenis tumbuh-tumbuhan obat memang sudah dilakukan penelitian-penelitian dan hasilnyapun tidak mengecewakan. Diantaranya memang sudah ada yang mempunyai nilai terapeotik yang menyakinkan misalnya : kumis kucing, temulawak, kunyit, babakan pulai dan lain-lainnya. Dengan sendirinya diutamakan tumbuh-tumbuhan obat yang mempunyai segi-segi komersil yang baik. Pada jaman pendudukan Jepang dan pada waktu revolusi fisik, obat-obatan moderend sudah sukar didapat, dan kalaupun ada harganya sudah tidak terjangkau oleh daya beli rakyat jelata. Terdorong rasa turut bertanggung jawab dan hasrat ingin membantu rakyat dengan obet yang mudah dan murah didapat, beberapa orang dokter telah mengambil prakarsa mencoba obat-obat asli ini langsung secara klinis terhadap kasiatnya yang diperkirakan.  

Dari hasil hasil percobaan ini antara lain terbitlah buku “ Formularium medicamentorum Soloensis” yaitu suatu buku yang memuat ramuan dari obat-obat asli yang sangat bermanfaat bagi pengobatan penyakit-penyakit yang banyak diderita rakyat dewasa itu. Setelah diperoleh kemerdekaan, dan obat-obat moderen membanjiri pasaran. Percobaan klinis tidak dilakukan lai terhadap obat-obat asli. Hal ini sangat disayangkan mengingat potensi-potensi yang masih tersembunyi didalam Jamu-Jamu kita. Padahal cara-cara yang telah dikerjakan oleh dokter-dokter kita, sampai sekarang nasis duilakukan oleh dokter-dokter dinegara Tetangga kita seperti : India, RRC, terhadap obat-obat asli dari negaranya masing–masing dalam rangka penggalian sumber-sumber alam untuk keperluan farmasi. Berbeda dengan di Indonesia., dikedua negara tetangga tersebut ilmu pengi=obatan tradisionil telah pula disesuaikan dengan perubahan jaman. Marilah kita tinjau sejenak sejarah perkembangan ilmu pengobatan tradisional tersebut di negara tersebut:  


Dalam peninggalan-peninggalan tertua yang ditemukan adalah kitab “ RIGVEDHA” diperkirakan ditulis sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Selain menguraikan ilmu pengobatan dari jaman iyu, juga mencantumkan ssejumlah bahan yang digunakan sebagai obat, menyusul kemudian kitab “Ayurvedha” berasal kira-kira dari tahun 1500 sebelum masehi dan yang terdiri dari beberapa jilid. Kitab ini secara terperinci juga menguraikan suatu sistem ikmu pengobatan yang dikenal dengan sistem Ayurvedha yang antara lain meguraikan tentang teori “Tridosha”. Teori ini terdiri dari Vayu, pitta dan kapha.  

Vayu atau angin mewakili susunan syaraf pusat. Pitta atau empedu, seluruh metabolisme didalam tubuh. Kapha atau lendir mewakili pengaturan suhu tubuh oleh cairan-cairan tubuh. Kapha atau lendir mewakili pengaturan suhu tubuh. Kitab inipun meuat kurang lebih 1500 jenis bahan obat yang sebagian besar berasal dari tumbuh-tumbuhan selebihnya dari hewan dan mineral, lengkap dengan pemiaraannya, pengolahannya, dan penggunaannya. Sistem pengobatan Ayurvedha inilah yang kemudian berkembang sedemikian rupa sehingga pemerintah India mengaggap perlu mendirikan perguruan tinggi khusus untuk mempelajari sistem ilmu pengobatan ini.  

Dengan masuknya bagsa-bangsa lain ke India yang pada umumny merekapun membawa sistem ilmu pengobatan dari negara masing masing-masing, maka selain dari sistem pengobatan Ayurvedha di India, tedapat pula antara lain ilmu pengobatan Yunani dan Tibbi. Akhirnya sedikit banyak ilmu-ilmu pengobatan ini bercampur dan menjadi ilmu pengobatan tradisionil India dewasa ini. Kitab-kitab yang kemudian menyusul adalah kitab “ Sushruta Samhita “ kira-kira berasal dari tahun 1000 sebelum masehi dan kitab “ Charaka Samhita “ kira-kira berasal dari tahun 350. Kitab terakhir ini memuat kira-kira 2000 jenis bahan obat yang sebagian besar lagi, terdiri atas tumbuh-tumbuhan dan sebagian kecil terdiri dari hewan dan mineral, lengkap dengan penanamannya, pengumpulan bagian-bagian yang dipakai, khasiatnya beserta ramuan-ramuan yang dibuat dari materia medica itu.  

Penyelidikan-penyelidikan secara moderm dan sistematis baru dimulia pada tahun 1928. Salah seorang pionir dalam bidang adalah Prof. Dr. Sir Ramnath Chopra, pada waktu itu profesor dalam farmakologi dari School for tropical medicine di Calcutta.  


Peninggalan yang tertua adalah kitab “ Pen Tsao “ dari 3500 tahun sebelum masehi. Kitab ini adalah hasil karya seorang Kaisar bernama Shen Nung yang menulis ilmu pengobatan dari zaman itu serta penggunaan dari 350 jenis tumbuh-tumbuhan sebagai obat. Selanjutnya ilmu pengobatan kuno ini dari zaman ke zaman dan dari dinasti ke dinasti terus berkembang serta menghasilkan pula tabib-tabib yang kenamaan.  

Pada zaman dinasti han 350 tahun sebelum masehi, kitab Pen Tsao kaisar Shen Nung mngalami revisi besar-besaran serta disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengobatan dan ditambah dengan hasil-hasil penelitian dan penyelidikan-penyelidikan yang baru. Kitab ini disebut Shen Nung Materia Medica. Ilmu pengobatan ini semakin berkembang sehingga menelorkan hasil-hasil karya seperti :  

Tang Materia Medica, Shu Materia Medica , Kai Pao Materia

Chia Yu Materia dan The Classified Materia Madica.

Kitab yang terakhir ini ditulus oleh Tang Shen Wei seorang tabib ternama dari dinasti Sung, kira-kira pada tahun 1200.  

Dari 350 jenis tumbuh-tumbuh obat yang tertera dalam Pen Tsao dari kaisar Shen Nung sekarang telah menjadi 1000 jenis bahan obat lengkap dengan pemeriannya, penanamannya, pengumpulan khasiatnya, ramuan, dan penggunaannya. Setelah dinasti Sung tidak ada lagi catatan-catatan tentang perkembangan ilmu pengobatan tradisional.  

Baru baru abad ke 16 yaitu sewaktu dinasti Ming tampil sebagai seorang tabib dan ahli farmasi bernama Lie Shih Chen yang banyak jasanya dalam membantu berkembangnya ilmu pengobatan tradisionil dengan car-cara penyelidikannya yang orisinil, ia diberi julukan “ The Great Pharmocologist Of Ancient China “ semua pengalaman dari hasil penyelidikannya dibukukan dalam sebuah kitab yang berjudul “ Pen Tsao Kang Mu “ atau “ The Compendium of Materia Madica “  

Kitab ini merupakan suatu “ masterpiece “ dan sampai sekarang masih merupakan bahan pelajaran mahasiswa kedokteran kuno maupun modern dan menjadi pegangan bagi sarjana-sarjana yang melekukan penelitia-penelitian ilmiah dari obat-obat asli Cina. Pen Tsao Kang Mu memuat 1892 jenis bahan obat lengkap dengan cara pemiaraan, penanaman, pengumpulan, penelitian, khasiat ramuannya, penggunaannya dll. Setelah dinasti Ming ilmu pengobatan tradisionil tidak ada yang mnegmbangkan lagi. Ini sebagian disebabkan oleh karena masuknya ilmu pengobatan barat ke negeri Cina.  

Dewasa ini negeri Cina sedang giat melakukan penelitian-penelitian ilmiah secara sistematis dan itensif terhadap obat-obat asli ini. Di tiap ibu kota propinsi terdapat laboratoria dan lembaga penelitian yang lengkap dengan alat-alatnya yang modern. Setelah kita melihat perkembangan ilmu pengobatan tradisinal di dua negara tetangga tersebut, nyatalah bahwa kekurangan kita bahwa sejak semula di Indonesia ilmu ini tidak ada yang membukukan hanya diturunkan secara lisan dari orang tua ke anak. Baru pada jaman kolonial mulai ada orang –orang mencatat antara oleh Jacobus Bontius 1627 dengan hasil karyanya “ histiria Naturalist et Medica Indiae “ yang memuat 60 buah lukisan tumbuh-tumbuhan obat Indonesia serta pemerian dan penggunaannya. Georgius Everhardus Rhumphius ( 1628 – 1702 ) yang menetap di Maluku dan mengadakan penyelidikan terhadap flora dan fauna kepulauan ini. Hasil karyanya adalah “ Amboinisch Kruidboek “ dan Herbarium Amboinense.  

Kemudian berturut-turut banyak lagi penulis-penulis tentang obat-obat asli indonesia, terlalu banyak untuk diuraikan satu persatu.  

Penelitian secara alamiah  

Penelitian secara alamiah baru dilakukan pada akhir abad ke s19, antara lain oleh Gresshoff, Vordermann, Boorsman dan lain-lain. Yang menghasilkan buku-buku anatar lain “ Onderzoek Naar De Planten stoffen Van Ned – Indie :” 1890 “ Javaanse Geneesmiddelen “ 1894 “ Aanteekening Over Oostersche Geneesmiddelleer op Java “ 1913. Sebagimana kita lihat inventarisasi dari obat-obat asli dan penyelidikan permulaannya sudah dilakukan. Usaha ini harus diteruskan, karena merupakan titik tolak yang penting dalam penggalian sumber-sumber alam untuk keperluan farmasi.  

Follow Up  

Sebagai follow upnya dari hasil inventarisasi harus dilakukan checking dab screening secara sistematis terhadap hasil karya para penulis dan penyelidik terdahulu, disamping tentunya mencari potensi-potensi baru dari sumber-sumber alam, bukan hanya dari Jawa tetapi juga dari daerah-daerah luar Jawa, misalnya tabat barito dan pasak bumi yang dewasa ini sedang populer dan berasal dari Kalimantan, belum pernah diadakan secara ilmiah. Penggunaannya sama halnya dengan sebagian besar dari jamu-jamu kita, masih berdasarkan impiri.  

Kami yakin masih banyak lagi potensi-potensi yang tersembunyi diantara obat-obat asli kita. Jamu masih tetap merupakan salah satu mata rantai penting dalam membantu meningkatkan kesehatan rakyat dan, perlu sekali diadakan penelitian secara alamiah yang sistematis dan terkoordinir sehingga manfaat dari jamu akan lebih dirasakan oleh rakyat. Untuk mengadakan penelitian-penelitian ini kerjasama yang baik antara industri-industri jamu dan fakultas-fakultas farmasi, kedokteran dan lain-lain adalah suatu keharusan sehingga tercapailah cita-cita kita untuk :  

Menyelidiki obat-obat asli kita dengan tujuan menemukan obat baru dan dapat digunakan dalam ilmu pengobatan modern. Indonesia berswasembada dalam bahan-bahan obat menggunakan sumber-sumber alamnya sendiri. Mengusahakan agar obat-obat ini murah dan mudah didapat oleh rakyat Indonesia.